Home » 2014 » March

Monthly Archives: March 2014

Archives

March 2014
S M T W T F S
« Feb   Feb »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Penilaian Objektif (PO)

is (12)

Memberikan penilaian terhadap seseorang (murid, mahasiswa) oleh pendidik (guru, dosen) harus senantiasa mengacu pada objektivitas, atau dengan kata lain penilaian harus objektif jauh dari sifat-sifat yang mengandung unsur subjektif. Pertanyaan kini muncul apa kriteria penilaian objektif dan mengapa harus objektif?

Sebelum menjawab dua pertanyaan itu ada baiknya terlebih dahulu memahami arti dari penilaian itu sendiri, menilai dan penilaian tidak akan terpisahkan dari adanya hasil dan prestasi, kompetensi dan indikator lainnya yang dijadikan tolok ukur (standar) tertentu dalam menentukan keberhasilan.

Penilaian dikatakan objektif jika senantiasa memiliki kejelasan tujuan yang ingin dicapai, penilaian objektif akan selalu mengacu pada aturan dan keteraturan, penilaian objektif harus berpangkal pada adanya keinginan untuk menciptakan/meningkatkan prestasi dan penilaian objektif tentunya harus dapat menciptakan keselarasan, keserasian, dan keseimbangan (harmonisasi)

Dilihat dari sudut pandang sebagai seorang pendidik (guru, dosen) hal pertama jelas dalam melakukan penilaian harus ada satu tujuan (goal) yang akan dicapai artinya seorang pendidik harus memiliki sense of goal . Pendidik harus sudah tahu tujuan penilaian itu adalah mengukur kemampuan atau kompetensi peserta didik setelah dilaksanakannya proses pembelajaran. Hal kedua dalam melakukan penilaian, pendidik dituntut harus menyadari adanya sense of regulation (keteraturan), sebagai contoh adanya aturan memberikan dan membuat soal (dalam bentuk pilihan ganda dan atau essay misalnya) ada batasan waktu penyelesaian tugas dan lainnya yang harus ditepati. Proses penilaian yang objektif juga harus mampu membuat setiap peserta didik (murid, mahasiswa) untuk berprestasi dan menemukan potensi unik yang dimiliki oleh masing-masing peserta didik. Hal lain yang ketiga adalah seorang pendidik dituntut memiliki sense of achievement,  sebagai contoh ketika peserta didiknya mengalami masalah dalam pembelajarannya, maka seorang pendidik harus memiliki kemauan dan kemampuan melakukan Achievement  Motivation Training (AMT) memberikan motivasi dan semangat kepada mereka. Ingatlah tidak ada peserta didik (murid, mahasiswa) yang bodoh, yang ada adalah peserta didik yang malas. Kemalasan hanya membuahkan hasil (nilai) yang rendah. Dan yang terakhir pendidik harus memiliki sense of harmony yang akan menciptakan keselarasan, keserasian, dan keseimbangan. Ketika telah ada standar penilaian yang baku, maka peserta didik akan merasakan keadilan dari nilai yang didapatkannya, dengan sistem penilaian yang berlandaskan pada obejektivitas akan sama-sama menguntungkan kedua belah pihak, bahwa pendidik bisa melihat kemampuan setiap peserta didiknya, dan peserta didikpun merasakan kemampuan apa yang telah dikuasainya.

Jadi mengapa harus Penilaian Objektif? artinya yang menilai dan yang dinilai akan mengerti dan memahami bahwa penilaian objektif mempunyai tujuan yang jelas antara lain mengetahui kemampuan, keterampilan, kompetensi, prestasi dll. yang menilai dan yang dinilai memiliki kesamaan dan kesatuan dalam pemikiran bahwa obejektivitas penilaian itu senantiasa berlandaskan pada aturan yang baku (standar) bukan keluar dari aturan pribadi (pendidik) dan aturan itu akan selalu mengikuti keteraturan berkelanjutan, dengan penilaian objektif pendidik dan peserta didik yang dinilai dapat merasakan bahwa segala daya upaya harus dilakukan untuk mencapai prestasi tertentu bukan hanya berlandaskan “belas kasihan” semata atau mungkin ada personal interest lainnya yang melatarbelakangi penilaian itu sehingga unsur objektivitasnya menjadi kabur, selanjutnya penilaian objektif akan menciptakan harmonisasi antara pendidik dan peserta didik yang dinilai (tidak akan muncul unsur kecurigaan terhadap pendidik/penilai,  semua sudah jelas, terukur, teratur dengan segala aturan yang sudah diketahui oleh semua yang berkepentingan).

Adanya kesadaran akan tujuan, aturan dan keteraturan, prestasi dan harmonisasi empat hal ini  tentunya harus sampai juga kepada pemikiran peserta didik secara utuh. Adalah suatu keniscayaan jika pendidik mampu melakukan transfer of knowledge keempat unsur ini sehingga menyatu dalam pemikiran pendidik dan anak didik, niscaya akan muncul rasa percaya (TRUST) bahwa pendidik (guru, dosen) telah memberikan penilaian secara objektif. Peserta didik tidak akan merasa lagi “diperlakukan” tidak adil atau dinilai berdasarkan like and dislike  semata ………………………….SELAMAT MENILAI (Objektif)

Pengalaman Melaksanakan Presentasi iDu Class Lengkap

   ilearning

Hari Selasa, 25 Maret 2014 adalah hari pembabakan terakhir dari rangkaian proses pelatihan iCP5 yaitu melakukan presentasi iDu New Class Complete dihadapan pimpinan/instruktur iCP5 Bapak Ir. Untung Raharja, M.T.I. (UR). Bersukur request saya ke Pak UR untuk melakukan presentasi pada pukul 11.30 dikabulkan. Jadilah saya berangkat dari SOHO (ini asli rumah ku lho yang difungsikan sebagai Small Office Home Office), setelah beres-beres sisa pekerjaan malam harinya, berangkat melalui jalur biasa yang sering disebut “Jalur Sutera” sekaligus menjadi “Jalur Neraka” nya orang-orang kantoran yaitu mulai Alam Sutera ke arah utara menuju Tangerang Kota, tak kenal ampun, tidak pula mengenal pagi hari, siang hari sampai larut malampun sepanjang jalan itu tidak pernah sepi dari pertunjukan………PAMER PAHA (eit………jangan berasosiasi yang bukan-bukan dulu yah) ini akronim dari Padat Merayap tanPa Harapan sudah saking padatnya kendaraan yang melintas di jalur ini kemacetan menjadi rutinitas setiap hari yang tidak dapat dihindarkan lagi, sampai di kampus tercinta jam sudah menunjukkan pukul 11.10 berarti hari ini saya menghabiskan waktu selama hampir 70 menit “merayap” dari rumah ke kampus yang hanya berjarak kurang lebih 10 Km.

Langsung menuju ruang kerja Pak UR, masih ada “tamu” kelihatannya sedang beraudensi dengan Pak UR, ternyata “tamu” tersebut rupanya sang Pembuat Mascot  iCP5-logo yang energik Mbak Ai.  Setelah dipersilakan masuk, chit chat sebentar dengan Pak UR, langsung kesasaran membedah hasil kerja penugasan ke 5 iDu Class Complete.

Tugas membuat iDu Class  walau sudah diberikan perpanjangan waktu penyelesaiannya, tetap masih ada rasa was-was apakah hasilnya dapat “sempurna” dan dapat diterima sesuai harapan. Satu per satu iDu Class saya dengan mengambil nama kelas MT185 mata kuliah Marketing Management  mulai dibedah dan dapat dilihat melalui layar monitor, waktu berjalan terus sementara tidak ada komentar yang “berat-berat” dari Pak UR (Alhamdulillah saya berguman, mudah-mudahan  lancar-lancar juga selanjutnya). Tampilan pertama ketika kita membuka kelas langsung tertuju ke halaman pembuka “Selamat Datang” yang memang telah disetting kesana. Ada catatan yang harus diperbaiki tentang konten “Selamat Datang”, diharapkan dosen dapat menempatkan link profil dirinya yang ada di WIDURI langsung di halaman ini dan juga informasi silabus mata kuliah dapat ditempatkan dihalaman selamat datang juga.

Dari halaman pembuka “Selamat Datang” menuju ke “Lesson”, saya sudah menyiapkan bahan ajar untuk 14 pertemuan semua bahan ajar ditempatkan di site iMe Class. Ada beberapa masukan dan komentar dari Pak UR tentang konten bahan ajar yang ditempatkan di iMe Class. Bahan ajar yang saya buat menggunakan format PPT yang saya ubah menjadi tampilan PDF (dengan asumsi besaran filenya dapat lebih kecil dibanding menggunakan format PPT agar tidak terlalu berat membebani proses upload). Sedapat mungkin menurut Pak UR bahan ajar jangan dibuat menggunakan format PDF atau format lainnya, artinya bahan ajar langsung menyatu di halaman iMe. Satu lagi masukan dari Pak UR yang sangat bagus menurut saya adalah mengajak mahasiswa untuk berpartisipasi  dalam upaya mengembangkan bahan ajar yang sudah kita siapkan dengan cara “mengundang” mereka untuk mau menulis dan memperkaya bahan ajar di iMe Class kita,  cara yang paling “mudah”  mengajak mereka melalui penugasan-penugasan dengan memberi tempat sebagai  “Author “ di iMe Class kita (dan  tentunya juga wajib diberikan reward kepada mahasiswanya berupa SC).

Keluar dari bahasan “Lesson” masuk ke bagian  “Assignment”  prinsipnya kelihatan tidak ada masalah serius di bagian ini, secara proposional juga, pembobotan sudah sesuai dengan aturan akademik yaitu UAS diberikan bobot  40%, UTS 30% dan sisanya 30% untuk tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh mahasiswa dengan variasi tugas dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Ada contoh yang menarik dari iDu Class Rekan QA (Mbak Ai) selama ini nilai yang kita berikan adalah memakai angka maksimal 100,  QA menggunakan angka maksimal nilai itu adalah 1.000  besaran angka ini tentunya mempunyai dampak psikologis yang postif bagi mahasiswa untuk  menjadi lebih  semangat lagi.  Sementara  penugasan lainnya (sisa 30%) itu dapat di “split” menjadi  beberapa bentuk penugasan, contoh assignment  iDu Class QA adalah dengan memperbanyak penugasan dalam bentuk QUIZ, banyak manfaat yang dapat diambil dari pemberian tugas dalam bentuk QUIZ ini, yang pertama ini dapat dijadikan indikator  kehadiran mahasiswa (absensi-attendance), hal lain QUIZ dapat dijadikan kisi-kisi untuk pendalaman materi soal UTS maupun UAS, jadi ada aspek “pushing power” yang postif kepada mahasiswa untuk tetap dapat menghadiri kelas sampai tuntas.

Tiga bagian utama iDu Class selesai dipresentasikan, saya mempunyai pengalaman lain seusai presentasi ini setelah kurang lebih tiga bulan dimulai sejak tanggal 20 Januari 2014, saya dan beberapa rekan  dosen lainnya masuk “kancah” ajang pelatihan dan pembelajaran dalam kelas iCP5. Interaksi dengan rekan kelas demikian intens sepertinya tidak ada jarak atau pembeda, dirasakan semua “bebas” seolah tanpa beban ketika kita dihadapkan pada masalah/tugas dapat disampaikan dengan lugas tuntas saling membantu dalam kebersamaan (tua – muda, “besar – kecil”) Catatan : diantara teman kelas iCP5 ini kebetulan barangkali dilihat dari aspek apapun saya adalah peserta yang paling “tertua dan terbesar badannya” setelah Pak Al Husein kali yah ….he…he…he…. ini  pengakuan yang paling jujur kali ya yang pernah saya ucapkan.

Picture5

Inilah “dahsyat” nya kelas iCP5, di kelas ini kita punya Pak Agus yang selalu “one step ahead”  jika ada rekan sedang dalam kesulitan menyelesaikan tugas, beliau lah menjadi “petugas P3K” (Pertolongan Pertama Pada Kesulitan……menyelesaikan assignment yah Pak)  yang paling handal dan terdepan berada di lokasi (Rinfo), kelas ini juga memiliki “QA” (Mbak Ai) yang senantiasa membantu  memberikan pencerahan  dalam “kegelapan tugas” siap untuk “terbang dan terbang” menggapai cita-cita setinggi langit  (younger, energic, smart, humble). Tak ketinggalan kelas ini juga memiliki “penyair, sastrawan” yang unik menarik dari setiap motivation talk nya dirangkai bait demi bait  dengan bahasa yang puitis, siapa lagi kalau bukan Pak Hasan Basri orangnya yang bisa seperti ini. (walaupun dipenghujung pelatihan ini kita tidak lagi dapat mendengar puisi-puisinya “berkumandang” di Rinfo), and……last but not least kelas iCP5 bangga memiliki sosok pimpinan/instruktur iCP seperti Pak Untung Raharja yang senantiasa tanpa mengenal kata bosan-lelah membimbing peserta kelas iCP5 dengan tulus dan penuh atensi memberikan yang terbaik bagi semua peserta pelatihan.

Itulah sebahagian kecil pernak-pernik yang unik yang dimiliki oleh kelas iCP5 ini, tanpa mengurangi rasa hormat kepada rekan kelas lainnya, saya ingin menyampaikan terima kasih atas kebersamaan yang telah terbina dan dirasakan selama beberapa bulan yang lalu, mudah-mudahan tidak berhenti dan selesai sampai disini saja. Dunia pendidikan menanti kontribusi kita untuk terus berkiprah dan menjadikan Pribadi Raharja nantinya menjadi insan yang berguna bagi nusa dan bangsa.

Laporan Assignment 5

Menyelesaikan Penugasan ke 5 dari iCP5

Hari ini Kamis, 20 Maret 2014 seingat saya adalah tengat waktu terakhir untuk men “submit” jawaban assignment 5 (Note : setelah saya cek kembali ternyata due date submit adalah tanggal 25 Maret 2014) karena ada revisi penugasan yang semula  tugas pertama hanya ditugaskan membuat contoh  bahan ajar (lesson) sebanyak 3 lesson diubah menjadi 14 lesson begitu juga untuk contoh penugasan pembuatan soal UTS dan UAS harus menjadi lengkap selayaknya standar soal UTS dan UAS. Tugas lainnya tidak mengalami perubahan seperti membuat logo kelas, pengumuman, kalender (pengingat)  dan  assignment lainnya dalam bentuk yang berbeda.

Khususnya dalam men “submit” penugasan revisi ini saya menghadapi kendala, karena saya tidak memiliki kesempatan lagi untuk mengirim jawaban penugasan hasil revisi tersebut, mengingat saya sudah “over limit” submit yang dibatasi maksimum 3 kali (Note : Sebelumnya tugas assignment 5 ini yang non-revisi sudah selesai dikerjakan dan sudah di submit). Untuk solusinya, pertama saya mengirim email kepada Pak Untung Raharja (selaku Pimpinan/Instruktur Kelas iCP5) minta ijin diberikan kesempatan dibuka kembali “submit” jawaban assignment 5 yang telah over limit tersebut.

Sambil menunggu persetujuan dibuka kembali submit assignment 5 (Note : Pada saat saya menulis laporan ini, submit jawaban sudah dapat dibuka kembali), selesai submit,  saya menulis laporan ini sebagai bentuk bagian dari pertanggungjawaban saya atas penyelesaian tugas yang diberikan selama mengikuti kelas iCP5.

Berikut ini saya sertakan guntingan shootscreen dari hasil penugasan assignment 5 yang telah direvisi.

Membuat iDu Class

Status : 100%. Berhasil

Nama Kelas : Marketing Management MT185

Bukti :  Terlampir (shootscreen)

Saya lampirkan bagaimana cara membuat  ”Class”  dan “Lesson” (ini hasil suntingan Transcript Chat saya dengan iDuHelp)

Endang Suryana : Saya sedang mengerjakan tugas di iCP5 untuk membuat iDu class, bagaimana tahapan-tahapan yang harus saya kerjakan?

Fatimah : untuk membuat class di iDu anda bisa mengikuti langkah-langkahnya di link berikut http://iran.raharja.info/index.php?action=artikel&cat=10&id=368&artlang=id

Fatimah : untuk membuat lesson di iDu class anda dapat mengikuti langkah-langkahnya di link berikut http://iran.raharja.info/index.php?action=artikel&cat=10&id=568&artlang=id

2. Membuat  14 bahan ajar dengan menggunakan “page” pada setiap pertemuan

Status : 100%. Berhasil  (catatan : bahan ajar dimasukkan dalam site iMe Class)

Bukti : Terlampir (shootscreen)

    

Bahan ajar dimasukkan dalam iMe Class

Status : Berhasil

Bukti : Terlampir

Dapat juga di klik linkl ini

3. Membuat penugasan-penugasan untuk mahasiswa peserta kelas iLearning antara lain dalam bentuk soal baik  jenis pilihan ganda maupun essay, membuat beberapa  penugasan dalam bentuk lainnya  (minimal  5 bentuk penugasan )

Status : 100%. Berhasil

Bukti : Terlampir (shootscreen)

 4. Membuat logo kelas

Status : 100%. Berhasil

Bukti : Terlampir (shootscreen)

LogoMM

Catatan tambahan : Membuat/mengganti logo kelas dapat dilakukan dengan mudah caranya sebagai berikut : Pertama kita siapkan Logo Kelas yang akan kita muat sebagai pengganti default logo (artinya kita harus buat sendiri terlebih dahulu Logo Kelasnya simpan di folder komputer Anda untuk di upload)

Masuk ke menu Class (klik) muncul tampilan

5. Membuat “News” dan “Selamat Datang”

Status : 100%. Berhasil

Bukti : Terlampir (shootscreen)

6. Membuat pengingat di “Kalender”

Status : 100%. Berhasil

Bukti : Terlampir (shootscreen)

7. Membuat/menyiapkan soal untuk UTS dan UAS

Status : 100%. Berhasil

Bukti : Terlampir (shootscreen)

Tugas dalam bentuk lainnya

Diskusi Kelompok

Tugas  Individual

Demikian laporan ini dalam CerMe ini dibuat dengan tujuan yang pertama adalah sebagai bentuk tugas standar yang harus dibuat oleh peserta kelas pelatihan iCP5, hal lain adalah sebagai bentuk “pembuktian” bahwa peserta iCP5  telah mengerjakan tugas tersebut secara tuntas dalam upaya untuk mencapai “kesempurnaan”. 

Dengan semangat dan filosofi : lebih bak melakukan sesuatu daripada hanya tinggal berdiam diri saja, maka saya lakukan sesuatu yaitu menulis laporan dalam bentuk CerMe ini.

Assignment 5 Kelas iCP5

Laporan penyelesaian penugasan kelima dari proses pembelajaran iCP5 Tugas ini adalah merupakan tugas “inti” dari seluruh proses penugasan yang diberikan untuk peserta kelas iCP5, mengingat proses penyelesaian penugasan ini  merupakan bagian terpenting bagi seseorang yang nantinya akan menjadi dosen di kelas iLearning, maka diperlukan keseriusan dan kesungguhan yang ekstra tentunya agar tugas ini dapat diselesaikan dengan baik dan benar. Pekerjaan yang harus diselesaikan dengan baik dan benar antara lain :

  1. Membuat kelas untuk mahasiswa iLearning di iDu
  2. Membuat bahan ajar ”Lesson” untuk mahasiswa kelas iLearning (catatan : bahan ajar dimasukkan dalam iMe Class yang harus dibuat terlebih dahulu dengan nama mata kuliah berdasarkan kode kelas yang diampu)
  3. Membuat penugasan-penugasan untuk mahasiswa peserta kelas iLearning antara lain dalam bentuk soal baik  jenis pilihan ganda maupun essay, membuat beberapa  penugasan dalam bentuk lainnya  (minimal  5 bentuk penugasan )
  4. Membuat logo kelas
  5. Membuat  ‘News” dan “Selamat Datang”
  6. Membuat pengingat di “Kalender” (antara lain jadwal UTS dan UAS)
  7. Menyiapkan bahan (soal) untuk UTS dan UAS

1. Membuat iDu Class

Status : 100%. Berhasil (catatan : karena saya sudah pernah mengikuti penugasan ini sebelumnya di kelas yang lain, saya sudah mempersiapkan kelas tersebut. Peserta lainnya harus membuat permohonan terlebih dahulu sebagai dosen untuk  dapat membuat “Class”) Nama Kelas : Marketing Management MT185

Bukti :  Dapat juga dilihat di link ini Perguruan Tinggi Raharja

Kelas

Saya lampirkan bagaimana cara membuat  ”Class”  dan “Lesson” (ini hasil suntingan Transcript Chat saya dengan iDuHelp)

Endang Suryana : Saya sedang mengerjakan tugas di iCP5 untuk membuat iDu class, bagaimana tahapan-tahapan yang harus saya kerjakan?

Fatimah : untuk membuat class di iDu anda bisa mengikuti langkah-langkahnya di link berikut http://iran.raharja.info/index.php?action=artikel&cat=10&id=368&artlang=id

Fatimah : untuk membuat lesson di iDu class anda dapat mengikuti langkah-langkahnya di link berikut http://iran.raharja.info/index.php?action=artikel&cat=10&id=568&artlang=id

2. Membuat “lesson” bahan ajar dengan menggunakan “page” pada setiap pertemuan

Status : 100%. Berhasil  (catatan : bahan ajar dimasukkan dalam site iMe Class)

Bukti :  Dapat juga dilihat di link ini  Bukti Assignment

Lesson

3. Membuat penugasan-penugasan untuk mahasiswa peserta kelas iLearning antara lain dalam bentuk soal baik  jenis pilihan ganda maupun essay, membuat beberapa  penugasan dalam bentuk lainnya  (minimal  5 bentuk penugasan )  

Status : 100%. Berhasil

Bukti : Dapat juga dilihat di link ini Penugasan

Assignment

 

Quiz 1

 

Quiz2

4.  Membuat logo kelas

Status : 100%. Berhasil Bukti : Terlampir (shootscreen)

Logo Kelas

5. Membuat “News” dan “Selamat Datang”

Status : 100%. Berhasil

Bukti : Terlampir (shootscreen)

News

Selamat Datang

6. Membuat pengingat di “Kalender”

Status : 100%. Berhasil

Bukti : Terlampir (shootscreen)

Pengingat

7. Membuat/menyiapkan soal untuk UTS dan UAS

Status : 100%. Berhasil (base on paper)