Home » iMe

Category Archives: iMe

Archives

November 2018
S M T W T F S
« Oct    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Pertemuan 8

Pertemuan 8

Menghadapi Persaingan Global dan Merancang Strategi Masuk Pasar Global

Pasar global timbul bukan tanpa alasan. Itu merupakan respon kuat semakin tingginya persaingan antarbangsa. Dalam hal apa? Yang paling nyata adalah munculnya revolusi teknologi informasi. Akibatnya sekat-sekat pewilayahan nasional dan internasional telah menjadi hilang. Dengan demikian maka transaksi perekonomian pun jadi mengglobal. Mereka yang kuat dalam temuan-temuan inovasi, ekspansi pasar, dan mutu sumbersaya manusia akan semakin mampu bersaing. Disitu seperti biasa maka akan muncul dua pelaku global yakni pemenang dan pecundang.

         Apa persamaan dan perbedaan antara pemenang dan pecundang dalam pasar global ini? Persamaannya adalah keduanya tidak mampu memerkirakan perubahan yang bakal terjadi. Semua serba tidak pasti karena itu tidak mudah diantisipasi dan tidak bisa dikendalikan. Sementara perbedaannya adalah dalam sisi derajat kemampuan merespon langkah perubahan. Steve Kerr dalam Dave Ulrich Human Resource Champions, 1997) mengungkapkan pemenang tidak akan terkejut dengan perubahan yang tidak terantisipasi; mereka akan mengembangkan kemampuan untuk menyesuaikan diri, belajar dan merespon. Sedang pecundang akan menghabiskan waktu untuk mengontrol dan menguasai perubahan daripada merespon dengan cepat.

       Dave Ulrich mengatakan perubahan eksternal akan menimbulkan respon untuk melakukan perubahan pada tiga hal. Pertama adalah perubahan inisiatif yang berfokus pada pengimplementasian program, proyek atau prosedur baru seperti impelentasi struktur organisasi baru, pelayanan pada pelanggan, dan peningkatan kualitas. Kedua adalah perubahan proses dimana perusahaan fokus pada cara pekerjaan dilakukan. Disini dilakukan identifikasi proses utama dan kemudian dicoba dikembangkan suatu proses dengan simplifikasi kerja, nilai tambah, dan usaha rekayasa lainnya. Sementara perubahan ketiga adalah dalam mengadaptasi kultur terutama dari eksternal. Nilai-nilai budaya perusahaan yang baru kemudian ditransformasikan pada karyawan dan konsumen.

        Selain itu proses perubahan yang juga termasuk sangat substansi yakni perubahan visi perusahaan. Disitu ada pernyataan cita-cita apa yang ingin dicapai perusahaan pada masa depan yang tidak sedikit akan berhadapan dengan beragam dimensi turblulensi eksternal. Untuk itu dinilai penting tumbuhnya dinamika perubahan cara pandang masa depan dari setiap pengelola dan karyawan. Suatu perubahan tidak sekedar diposisikan sebagai kewjiban namun sebagai kebutuhan setiap individu. Perusahaan harus menyediakan “nutrisi” yang dibutuhkan sehari-hari. Tentunya untuk mengembangkan gagasan,  pemikiran suatu pendekatan baru.

Bagi banyak perusahaan, memasuki pasar global untuk menjamin kelangsungan hidup merupakan motif paling utama dibanding dengan daya tarik kesempatan di luar negeri; oleh karena itu pemasaran global amatlah penting, bukan hanya untuk merealisasi potensi sukses sepenuhnya dari suatu bisnis, akan tetapi lebih kritis lagi adalah untuk mempertahankan kelangsungan hidup suatu bisnis. Sebuah perusahaan yang gagal memasuki pasar global, berarti dalam bahaya akan kegagalan bisnisnya. Kegagalan ini bukan hanya untuk bisnis secara intemasional, tetapi juga bisnis domestiknya, terutama dalam menghadapi para pesaing yang dapat menghasilkan barang dengan biaya yang lebih rendah, yang  mempunyai pengalaman lebih banyak dan dapat menghasilkan barang dengan mutu yang lebih baik dan dengan variasi yang semakin banyak sesuai selera konsurnen, singkatnya mernpunyai nilai lebih bagi konsumen

Pemasaran global dapat didefinisikan sebagai proses memfokuskan sumber daya – baik sumber daya manusia, maupun sumber daya dalam bentuk uang dan aset fisik – dan tujuan suatu organisasi untuk memperoleh peluang dan menghadapi ancaman dalam pasar global. Kenyataan yang ada di Indonesia, sebagian besar perusahaan masih memfokuskan sumber daya dan tujuan organisasi pada pasar domestik, bukan pasar global. Hermawan Kartajaya (dalam Keegan, 1996), kondisi ini disebabkan karena tiga alasan, yaitu: (l) pasar Indonesia cukup besar, sehingga perusahaan menjadi “malas” mencari kesernpatan di luar negeri, mereka masih terlalu sibuk melayani konsumen domestiknya; (2) banyak perusahaa nasional di Indonesia ini yang menjadi besar karena perlindungan, bukan karena menggunakan strategi pemasaran yang unggul. Belum ada kebiasaan untuk melihat perilaku konsumen secara teliti. Padahal untuk melakukan perdagangan di pasar global, harus meneropong perilaku konsumen dari pasar global itu sendiri; dan (3) pada saat ini perusahaanperusahaan di Indonesia sedang “sibuk” mempertahankan diri dari serangan perusahaan global, bahkan transnasional yang sedang menyerbu pasar Indonesia yang mulai terbuka. (Keegan(1995).

Agar mampu menghadapi serangan pasar global, maka semua pihak harus turut berperan, baik dari pihak swasta maupun Pemerintah. Tanpa adanya peran dari berbagai pihak, maka mustahil perusahaan-perusahaan di Indonesia mampu untuk bangkit dalam menghadapi ancaman perusahaan-perusahaan asing. Selama ini peran Pemerintah dalam perkembangan sektor indusfi di Indonesia sangatlah besar. Hal ini nampak dari proses industrialisasi yang terjadi di Indonesia, di mana sebelumnya Indonesia dikenal sebagai negara agraris, pertanyaannya muncul tantangan apa saja yang dihadapi dalam persaingan global, serta usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk menghadapi persaingan tersebut?

Perusahaan-perusahaan domestik harus mampu menghadapi pesaing yang dapat menghasilkan barang dengan biaya yang lebih rendah, dengan mutu yang lebih baik dan dengan v iariasi yang semakin banyak sesuai dengan selera  konsumen. Apabila rnasih ingin hidup dan berkembang, perusahaan bukan hanya dituntut agar mampu mengantisipasi pesaing yang masuk ke dalam negeri sendiri’ atan tetap juga harus beruiaha untuk mengembangkan usahanya ke negara lain. Dengan ditetapkannya  pelaksanaan AFTA mulai tanggal I Januari 2002, berarti produk Indonesia dan produk negara ASEAN- lainnya telah memasuki ASEAN dengan lebih bebas.

Tantangan yang dihadapi oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia bukan hanya disebabkan karena banyaknya produk asing yang masuk ke pasar Indonesia, akan tetapi juga penilaian masyarakat Indonesia terhadap produk luar negeri yang sangat tinggi. Masyarakat merasa lebih yakin, lebih bangga dan lebih bergengsi apabila menggunakan produk luar negeri. Sebanarnya hal ini juga disebabkan karena produk nasional mutunya relatif lebih rendah dibandingkan produk pesaing, khususnya pesaing global. Mutu produk yang rendah merupakan dampak kemampuan, pendidikan dan kesadaran tenaga kerja yang rendah, modal kerja yang terbatas, serta peralatan kerja yang masih sederhana; sebagian besar para pengusaha hanya mengejar keuntungan dan kurang berwawasan ke depan, sehingga merasa bahwa dengan mutu yang ada sekarang sudah cukup, karena produk sudah laku terjual. Bahkan tantangan tersebut terasa lebih berat lagi dengan adanya berbagai kebijakan, baik di bidang perpajakan, misalnya dengan adanya pengenaan berbagai macam pajak; masalah perburuhan, seperti pemogokan buruh; masalah kepastian hukum dan keamanan, misalnya tiada tindakan tegas terhadap pelaku penyelundupan, masih adanya kerusuhan.

Bagi perusahaan di Indonesia, ketertinggalan dalam kualitas produk harulah diperhatikan. Bila produk yang dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan lndonesia dapat menyaingi kualitas produk dari negara lain, maka pandangan masyarakat Indonesia terhadap produk dalam negeri akan mengalami perubahan. Bukan saja konsumen akan lebih mencintai dan setia mengkonsumsi produk sendiri, tetapi pada akhirnya bukan mustahil bila tanpa disadari konsumenpun akan mernpromosikannya pada keluarga, rekan dan sahabat-sahabatnya yang ada di luar negeri. Kondisi ini tentunya akan sangat menguntungkan produk Indonesia dalam meningkatkan daya saingnya di pasar global.

Merancang Strategi Masuk Pasar Global

Sebelum membuat suatu keputusan untuk memasuki pasar internasional dan bersaing secara global, suatu perusahaan harus menyusun strategi pemasarannya, terutama memahami keadaan dalam lingkungan pasar global secara rnenyeluruh, supaya dapat mengurangi risiko kegagalan. Strategi yang harus dan perlu dilakukan sebelum memasuki pasar global adalah meninjau lingkungan pemasaran internasional, melakukan pertimbangan sebelum memasuki pasar luar negeri, menentukan pasar yang akan dimasuki, menentukan cara memasuki pasar dan menentukan program pemasaran (Kotler & Susanto, 20fu.l; Boyd & Walker, 1992).

 

Secara garis besar strategi untuk memasuki pasar negara asing dapat melalui empat macam cara (Keegan (1996):

  1. Melakukan ekspor barang-barang yang dihasilkan dari suatu negara ke negara yang dituju sebagai sasaran. Cara ini merupakan cara yang paling sederhana dalam memasuki pasar asing, karena risikonya kecil dan membutuhkan sedikit komitrnen. Perusahaan tidak pedu mengadakan perubahan terhadap produk yang akan diekspor. Ekspor dapat dilakukan secara pasif atau sesekali berdasarkan inisiatif perusahaan, dan dapat pula dilakukan secara aktif dengan melakukan pengiriman barang secara rutin ke suatu negara atau beberapa negara. Selain itu, ekspor dapat pula dilakukan secara langsung, artinya sebagai penjual atau pengekspor adalah  pihak perusahaan dan pelanggan atau distributor negara lain sebagai pengimpomya. Sebuah perusahaan dikatakan melakukan ekspor tidak langsung kalau penjualan dilakukan lewat perantara yang berada di negaranya.
  2. Memberikan lisensi. Lisensi merupakan alternatif strategi memasuki suatu negara dengan cara yang mudah dan daya tarik yang cukup besar. Pemberi lisensi memberikan ijin pada penrsahaan asing untuk menggunakan teknologi, pengetahuan, merek dagang, paten dan rahasia dagang untuk mendapatkan royalty. Keuntungan pemegang lisensi adalah memperoleh keahlian produksi atau nama terkenal tanpa harus memulainya dari awal. Risiko kegagalan pemberi lisensi adalah kecil; namun apabila perusahaan  asing pemegang lisensi sangat sukses, maka perusahaan pemrberi lisensi telah’kehilangan kesempatan memperoleh laba yang besar, bahkan pada saat kontrak berakhir perusahaan menemukan bahwa dia telah menciptakan pesaing baru bagi produknya
  3. Melakukan usaha patungan dengan mitra lokal. Keunggulan strategi ini adalah  perusahaan dari kedua negara secara bersama menanggung risiko dan kernampuan untuk menggabungkan kekuatan rantai nilai yang berbeda. Perusahaan lokal mempunyai pengetahuan yang mendalam tentang pasar lokal, tenaga kerja atau  bahan baku yang murah, sebaliknya perusahaan asing memiliki pengetahuan yang luas di bidang teknologi dan manufaktuiring. Kekuatan ini bisa digabungkan dalam usaha patungan untuk menghasilkan peluang dan laba yang besar bagi kedua  perusahaan. Kelematan usaha ini adalah rawan terjadi perselisihan, sehingga pada akhirnya kedua mitra kerja ini akan bertradapan sebagai pesaing potensial.
  4. Memiliki perusahaan diluar negeri melalui pendirian baru atau akuisisi. Memiliki perusahaan memerlukan komitmen  modal dan usaha manajerial paling besar serta menawarkan cara paling penuh untuk berpartisipasi dalam sebuah pasar.  Melalui kepemilikan, perusahaan dapat mencapai perluasan yang lebih cepat di sebuah pasar, pengendalian yang lebih besar ‘dan laba yang lebih tinggi. Sedangkan akuisisi merupakan pendekatan  instan yang tidak terlalu mahal untut memasuki pasar namun masih menimbulkan tugas penuh tuntutan dan tantangannya mengintegrasikan penrsahaan yang dibeli ke dalam organisasi dunia dan koordinasi kegiatan

Hal lainnya yang perlu diperhatikan adalah bagaimanapun ketika perusahaan akan beroperasi disatu negara atau beberapa negara lainnya harus mampu membuat program pemasaran dengan menyesuaikan bauran pemasarannya (Marketing Mix) terhadap kondisi lokal secara ekstrim ada dua prograrn pemasaran yang dapat dipakai, yaitu menggunakan:

  1. Standardized marketing mix . Dalam program pemasaran  ini, kegiatan bauran pemasaran yang dilalkukan di semua pasar asing yang dimasuki adalah sama atau sesuai standar yang telah ditenttukan oleh perusahaan. Standardisasi product promosi, jalur distribusi dan elemen lain dari bauran pemasaran menjanjikan biaya terendah, karena tidak ada perubahan besar yang diperkenalkan  namun belum tentu cocok untuk seluruh pasar asing yang dimasuki
  2. Adapted marketing mix. Dalam program pemasaran ini, perusahaan atau produsen menyesuaikan elemen bauran pemasaran dengan kondisi tiap pasar sasaran’ sehingga dibutuhkan lebih banyak biaya dengan harapan memperoleh pangsa pasar dan pengembalian laba yang lebih besar pula

Simpulan

Dalam pasar persaingan global, perusahaan-perusabaan di Indonesia dihadapkan pada berbagai tantangan, antara lain tantangan untuk dapat menciptakan produk yang lebih unggul dari produk pesaing, dengan harga yang lebih murah dan bervariasi sesuai dengan selera konsumen bahkan yang dapat mernberikan nilai lebih kepada konsumen. Selain itu juga harapan untuk memasarkan produknya tidak hanya di pasar domestik, tctapi apabila ingin tetap bertahan hidup dan diperhitungkan, maka harus melakukan pemasaran di pasar luar negeri pula. Arus globalisasi tidak dapat terbendung atau dihindari lagi, ini semua menjadi tantangan pebisnis/pemasar saat ini. Perusahaan global yang beroperasi di lebih satu negara harus mempunyai keungulan-keunggulan seperti litbang, produksi, logistik, pemasaran dan keuangan.

Setiap perusahaan harus mengembangkan produk-produk baru, dengan pengembangan produk (baru), perusahaan bertujuan membentuk masa depan pemasarannya, produk yang telah diperbaiki dan produk (baru) pengganti harus diciptakan untuk mempertahankan dan memperbesar penjualan. Hampir semua pelanggan/konsumen menginginkan produk baru, begitu juga para pesaing, dalam bab terdahulu kita telah mempelajari dan mengetahui bahwa produk mempunyai usia terbatas (product life cycle), untuk itu perusahaan harus memiliki inovasi dalam mencari peluang pengembangan produknya (new product development). Dalam upaya tetap dapat mempertahankan eksistensi suatu perusahaan/produk berada dipasar, inovasi adalah kata kuncinya. Setelah berhasil menyelesaikan pengujian konsep inovasi (produk) sebelum memasuki pasar, didahului dengan menyusun strategi pemasarannya. Ada tiga tahapan (fase) yang harus diperhatikan  dengan mempertimbangkan elemen bauran yaitu :

  1. Fase pertama menjelaskan ukuran, struktur dan perilaku pasar sasaran (target market), rencana pemosisian produk, tujuan penjualan dengan memperhatikan pangsa pasar yang akan diraih dan distribusi dalam tahun pertama
  2. Fase kedua menguraikan harga yang direncanakan, strategi distribusi dan anggaran pemasaran tahun pertama
  3. Fase ketiga strategi pemasaran tersebut menjelaskan penjualan jangka panjang dan sasaran laba serta bauran pemasarannya yang berkesinabungan.

 

 

 

Tips Trik Belajar (iLearningPlus)

Proporsional dalam Belajar

Suatu hikmah yang sangat besar bagi orang yang sedang menuntut ilmu. Karena sejatinya setiap manusia yang hidup di dunia akan haus akan ilmu. Baik itu ilmu dunia terlebih lagi ilmu akhirat. Bersungguh-sungguh dalam belajar tentu akan memperoleh hasil yang maksimal. Tidak ada kesuksesan diraih dengan bermalas-malasan. Hanya  dengan kerja keras dan terus berusaha adalah kunci dalam meraih kesuksesan (belajar). Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama. Belajar adalah suatu perbuatan yang sugguh mulia. Akan tetapi dalam mencapainya berdoa saja tidaklah cukup melainkan juga dengan kerja keras. Berikut ini akan kami berikan tips belajar agar lebih efektif. Silahkan disimak ya!

1. Cari Tempat Yang Nyaman

Suasana yang nyaman akan membantu otak bekerja lebih prima. Ketika pikiran sudah nyaman maka hati akan turut senang. Sehingga belajar akan terasa mudah dicerna.

Akan tetapi tempat yang nyaman tidaklah harus luas melainkan tempat tersebut rapi dan bersih. Namun, tak bisa kami pungkiri versi nyaman sangatlah relative tergantung dari hati kamu sendiri.

2. Tentukan Waktu Belajar Yang Baik Dan Tepat

Kapan waktu efektif belajar? Islam sudah mengajarkan kepada kita bahwa waktu efektif belajar yaitu setiap bangun pagi dan sore hari setelah tidur siang. Kedua waktu ini terbilang efektif dalam menimba ilmu.

Karena kedua waktu ini saat dimana pikiran tenang dan suasana nyaman sehingga membuat kamu mudah memahami setiap pelajaran.

3. Tentukan Metode Belajar Menurut Hati

Setiap orang  tentu memiliki cara belajarnya sendiri. Terkadang seseorang cocok dengan metode belajar A tetapi tidak cocok dengan metode balajar B. Maka terapkanlah metode belajar kamu sendiri.

Namun ingat dalam metode belajar haruslah riang jangan monoton. Jadi jadikan metode belajar kamu bervariasi dan tidak jenuh apalagi bosan. Oleh karena pastikan aja kamu sudah menentukan metode yang tepat dalam belajar.

4. Belajar Dengan Disiplin

Belajar itu juga perlu mengatur waktu. Kapan kamu mememulai dan juga istirahat. Disiplin sangat diperlukan dalam menuntut ilmu. Sebab dari disiplin lah orang bisa menjadi sukses.

Apabila dalam belajar kamu tidak disiplin maka cita-cita untuk menjadi orang sukses akan terhambat. Buatlah daftar belajar lengkap dengan waktunya. Kemudian azzamkan dalam hati untuk bertekad menjalankan semua daftar yang telah dibuat.

Jangan biasakan belajar disaat besok mau ujian. Hal ini akan memberatkan kamu dalam menyerap materi pelajaran. Minimal dalam sehari kamu bisa menyisihkan waktu 1-2 jam untuk mengulang pelajaran.

Ingatlah, belajar bukanlah harus menunggu datangnya PR (pekerjaan sekolah), namun sewaktu PR di sekolah tidak ada. Maka kamu perlu membaca ataupun mengulang materi-materi yang telah disampaikan oleh guru.

5. Tulis Ulang Setiap Materi Yang Diajarkan

Setiap guru menjelaskan materi ajar maka sediakanlah buku catatan. Hal ini akan memudahkan kamu apabila mengulang pelajaran ketika di rumah. Selain dari pada itu, buatlah catatan khusus yang berisi materi inti dari setiap bab.

Dengan merangkum materi ajar maka akan menguatkan daya ingat kamu. Sebab ketika kamu menulis maka otak akan turut bekerja dalam memproses pelajaran.

Catatan yang baik itu adalah catatan yang memuat inti sari. Kamu boleh saja menulis dengan berbagai kreasi. Sehingga memudahkan kamu dalam membacanya di kemudian hari terutama ketika ulangan mendadak.

6. Biasakan Minum Air Putih Setiap Belajar

Belajar juga memerlukan energy yang cukup besar. Karena tidak hanya fisik yang dikuras tetapi pikiran juga ikut lelah. Sewaktu belajar, ptak akan terus bekerja dan membutuhkan oksigen yang cukup banyak.

Apabila saja otak kekurangan oksigen maka akan menyebakan kepala pusing dan mata akan mudah mengantuk. Maka dari itu sediakanlah air disamping meja belajarmu.

Karena dengan meminum air putih akan membantu memulihkan pikiran yang sempat lesu dan mengembalikan konsentrasi. Namun perlu diingat terlalu banyak minum air juga akan menghilangkan konsentrasi berpikir. Jadi kamu harus proposional saat meminumnya.

7. Menjelang Ujian Jangan Terlalu Banyak Belajar

Mungkin kamu pernah dengar sistem belajar kebut semalam? Ya, ini merupakan sistem belajar yang keliru dan salah. Apabila kamu menerapkan hal ini maka yang terjadi ada tidak siapnya menjawab soal dan gerogi serta pusing.

Sistem ini sangat merusaka cara berpikir kita, karena ini hanya akan membuat dan menimbulkna tekanan pada pikiran kita sehingga buka ilmu yang bertambah malah sakit yang datang.

Mulai menerapkan kedisiplan dalam belajar, minimal dalam sehari 2 jam kamu sediakan untuk belajar maupun mengulang pelajaran. Hal ini memungkinkan pikiran kamu akan mudah mencerna pelajaran.

8. Learning By Discussion

Belajar sambil diskusi merupakan metode belajar yang sangat efektif. Dengan berdiskusi maka akan memudahkan kita bertanya dengan teman-teman. Dengan begitu tidak ada orang yang bodoh apabila ia berdiskusi dengan baik.

Dengan berdiskusi juga maka pemikiran kita akan tertuang dan akan beradu argumen sebab ide yang ada di dalam pikiran kita akan terus tergali dengan sendirinya. Dengan berdiskusi juga akan membuat suasan belajar menjadi aktif.

9. Learning By Doing

Metode belajar ini banyak diterapkan di sekolah yang menerapkan sistem indoor outdoor. Banyak dengan menggunakan sistem ini semakin mudah memahami pelajaran. Sebab sembari mendengarkan teori namun diiringi dengan praktik.

Otak akan mudah mencerna secara visual dan langsung terekam dengan cepat. Banyak lembaga studi menggunakan metode ini kepada para muridnya. Alhasil terbukti, dengan waktu yang begitu singkat anak didik mereka berhasil mengingat dengan cepat.

Cara melakukan metode ini cukup mudah yaitu apabila hendak belajar maka disediakan juga alat peraga untuk belajar. Misalnya saja saat belajar ilmu biologi tentang organ tubuh manusia. Maka kamu juga menyediakan gambar atau sejenisnya.

10. Kurangi Menghapal Tapi Perbanyak Pehaman

Metode menghapal emang terbilang sukses untuk kasus tertentu. Kamu apabila menghapal dibarengi dengan mendengar maka akan jauh lebuh efektif.

Dalam beberapa kasus menghapal hanya mengingatkan materi sekejap saja. Namun apabila kamu mempelajari materi dengan konsep pemahaman maka akan jauh lebih baik dan ingat lebih lama.

Dengan memahami pelajaran maka kamu telah membangun konsep berpikir untuk jangka waktu yang lama. Banyak orang sukses karena dia mengetahui suatu konsep dan mengolah serta menggali suatu cabang lebih dalam.

Ada istilah di film 3 idiots, Dengan menghapal pada dasarnya kamu telah menghemat waktumu selama 4 tahun di universitas akan tetapi kamu telah menghancurkan 40 tahun hidupmu kedepan.

11. Jauhkan Sifat Malu Jika Bertanya

Apabila materi pelajaran yang diterangkan seorang pengajar tidak kita mengerti maka acungkan jari dan tanyakan materi tersebut dengan segera. Jangan sampai terbangun dalam diri untuk malu bertanya.

Ada istilah pepatah kuno, “malu bertanya maka tersesat di jalan”. Ini merupakan pepatah yang kaya akan makna. Bagaimana mungkin kita bisa mengetahui materi pelajaran dengan sempurna apabil atidak bertanya sama ahlinya.

Hal ini adalah yang mesti dibangun oleh pelajar. Jangan pernah gengsi untuk menunjukkan ketidak tahuan kita. Mulailah bangun rasa percaya diri dan jauhkan sifat malu.

12. Try And Error

Dalam belajar gagal itu adalah hal yang biasa. Thomas Alfa Edison saja bereksperimen sebanyak 999 kali baru berhasil menemukan bola lampu yang sampai sekarang kita nikmati.

Ada juga istilah, “Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda”. Maka dari itu jangan berhenti untuk terus mencoba dan mencoba. Karena kesukesan seseorang diraih dengan gagal. Dan kegagalan merupakan teman kita menuju sukses.

Kita tidak akan pernah tahu dimana letak kesalahan kita apabila belum menemui kesalahan. Materi yang sesulit apapun harus kamu hadapi dengan tenang dan tanpa menyerag. Cobalah terus memahaminya dengan baik. Karena setelah kesulitan pasti ada kemudahan.

13. Cintai Pelajaran Yang Kamu Suka Tanpa Menyampingkan Pelajaran Yang Lain

Apabila dari sekian mata pelajaran di sekolah, kamu hanya menyukai pelajaran ilmu geografi maka dalami saja pelajaran tersebut dengan benar. Namun perlu diingat peljari juga ilmu pelajaran yang lain meskipun tidak begitu kamu dalami.

Karena dengan mencintai suatu pelajaran maka akan lebih mudah ilmu diserap. Ini tidak lain karena kamu melakukannya dengan sepenuh hati maka hasilnya akan memuaskan. Atas dasar kecintaanlah maka pekerjaan akan mudah dirasa,

Sehingga segala bentuk penghalang akan sirna dengan cinta terhadap pelajaran. Banyak orang yang sukses juga karena dia mencintai apa yang dia pejari. Mungkin kamu yang membaca ini sudah mengetahui apa materi apa yang kamu cintai.

14. Ingatlah Tujuan Datang Ke Sekolah

Banyak orang telah mengabaikan bahwa tujuan mendasar ia ke sekolah adalah dengan menuntut ilmu dan menambah wawasan. Buanglah apabila sifat jelek telah meracuni pikiranmu.

Jangan permasalahkan apabila kamu mendapatkan tidak peringkat di kelas. Namun jangan kamu lupakan niat kamu pergi ke sekolah. Sadarilah peringkat itu hanyalah sebuah apresiasi dari sekolah atas usahamu.

Apresiasi terbesar adalah saat kamu bisa mengamalkan ilmu yang diperoleh di bangku sekolah di kehidupan bermasyarkat. Dengan mengingat tujuan mendasar ke sekolah maka tubuh akan bergerak dengan sigap sehingga belajarpun akan lebuh efektif.

15. Banyak Membaca

Pepatah mengatakan dengan membaca maka jendela dunia akan terbuka. Membaca merupakan kunci untuk memulai kesuksesan. Dengan membaca maka akan menambah pengetahuan kita.

Seorang pelajar yang menginginkan kesuksesan tentu dalam hatinya akan merasa rishi apabila sehari tidak membaca. Dengan membaca juga akan menambah dan memperluas pengetahuan kita.

16. Learning By Keyword

Belajar dengan kata kunci merupakan suatu hal yang sangat penting. Misalkan saja sewaktu kamu mempelajari tentang hukum gravitasi. Maka akan lebih mudah kamu mengingatnya dengan singkatan g.

Contoh lainnya yakni apabila kamu ingin mengklasifikasikan hewan, maka kamu perlu mempeljari dulu nama-nama hewan seperti mamalia, reptile, burung, serangga dan jenis klasifikasi lainnya.

Setelah kamu memegang kata kunci tersebut baru kemudian kamu akan mulai mencoba mencari definisi dan contoh dari klasifikasi tersebut.

Cara ini akan membuat kamu dalam belajar lebih sistematis, terarah dan efisien. Namun satu yang perlu diingat, ketika mengambil waktu istirahat jangan lebih dari 15 menit karena nanti akan membuat kamu terlena dan tidak fokus untuk belajar lagi.

17. Membuat Flashcard

Flashcard adalah media yang akan membantu kamu dalam mengingat setiap poin dalam pelajaran. Kamu bisa memotong-motong kertas seukuran kertas 15×15 cm. Dan kemudian kamu tulis hal-hal yang tidak kamu ketahui.

Pada satu sisi kamu boleh menulis pertanyaan. Flash card ini nantinya kamu tempel tempat dimana kamu sering berada. Misalnya saja tempat belajar, ruang tidur, makan maupun di ruang keluarga.

Dengan menggunakan flashcard ini terbilang akan memudahkan kamu dalam belajar. Sehingga proses belajar kamu menjadi lebih menarik dan menyenangkan.

Sebagai tambahan, berikut kami lampirkan perkataan dan nasehat dari Imam Syafi,i tentang seorang penuntut ilmu. Perkataan ini patut ditulis dengan tinta emas agar kiranya dapat menginspirasi kehidupan kita.

Aku melihat pemilik ilmu hidupnya mulia meskipun ia dilahirkan dari orangtua terhina.
Dia terus-menerus diangkat hingga pada derajat tinggi dan mulia.

Wahai saudaraku, ilmu tidak akan dicapai kecuali dengan enam syarat dan akan aku sebutkan  perinciannya berikut ini:

Bersabarlah terhadap kerasnya sikap maupun perilaku seorang guru.
Karena Sesungguhnya gagalnya mempelajari ilmu karena memusuhinya.
Barangsiapa belum merasakan pahitnya belajar walaupun sebentar,

Maka dia akan merasakan hinanya kebodohan sepanjang perjalanan hidupnya.
Dan barangsiapa tertinggal belajar di masa mudanya,
Maka bertakbirlah untuknya empat kali karena kematiannya.

Demi Allah hakekat seorang pemuda ialah dengan ilmu serta takwa.
Apabila keduanya tidak ada maka tidak ada anggapan baginya.

Ilmu adalah tanaman kebanggaan maka hendaklah Anda senang dengannya. Dan waspadalah kebanggaan itu terlewatkan darimu.
Ketahuilah dan sadarilah bahwa ilmu tidak akan didapat oleh orang yang pikirannya tertuju pada makanan dan pakaian.

Sumber : Diambil dan disarikan dari Blog

17 Trik Jitu Cara Belajar yang Efektif, Efisien dan Menyenangkan

SC iCM-3

Special Contribution (SC)

NoNamaSpecial ContribtionJumlah
11
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19

 

IQ Tinggi = Sukses?

Masih ingat dengan buku Seven Habits of Highly Effective People karya Stephen R Covey yang pernah saya share? Kali ini saya coba menyunting lagi hasil riset yang dibuat oleh TalentSmart dan pendapat Covey berkaitan dengan peran rumpun kecerdasan emosional (Emotional Quotient – EQ) dalam kehidupan manusia pada umumnya. Dahulu kita selalu “dibombardir” dengan jargon/motivasi bahwa kesuksesan hidup dan kehidupan seseorang sangat ditentukan dengan tinggi-rendahnya IQ (kecerdasan intelegensia), anak-anak yang punya score IQ tinggi menjadi dambaan para “OrTu” karena sudah ada jaminan kesuksesan hidup masa depan akan dapat diraih. Namun saat ini, anggapan bahwa sukses tidaknya seseorang hanya bertumpu pada dimensi  intelektual saja sudah tidak berlaku lagi. Dari beberapa hasil riset mengatakan bahwa peran IQ dalam menopang kesuksesan seseorang itu hanya mengkontribusi antara 10-20% saja. Masih ada kecerdasan lainnya yang lebih dominan menyumbang dibalik suksesnya hidup seseorang itu. Kecerdasan apa saja selain IQ yang perlu kita ketahui?

 

Ada lima rumpun kecerdasan yang selama ini kita kenal

  1. IQ (INTELLEGENCE QOUTIENT)
  2. EQ (EMOTIONAL QOUTIENT)
  3. SQ (SPIRITUAL QOUTIENT)
  4. CQ (CREATIVITY QOUTIENT)
  5. AQ (ADVERSITY QOUTIENT)

Emotional Quotient (EQ) mempunyai peranan penting dalam meraih kesuksesan pribadi dan profesional. EQ dianggap sebagai persyaratan bagi kesuksesan pribadi. Alasan utamanya adalah masyarakat percaya bahwa emosi-emosi sebagai masalah pribadi dan tidak memiliki tempat di luar inti batin seseorang juga batas-batas keluarga. Penting bahwa kita perlu memahami apa yang diperlukan untuk membantu kita membangun kehidupan yang positif dan memuaskan, karena peran EQ ini (58%) akan mendorong mencapai tujuan-tujuan PROFESIONAL kita.

Berikut ini beberapa definisi tentang EQ dari para pakar seperti Daniel Goleman mengatakan “EQ adalah kemampuan untuk mengenali perasaan sendiri, perasaan orang lain, memotivasi diri sendiri, mengelola emosi dengan baik, dan berhubungan dengan orang lain”. Sementara Cooper & Sawaf mengatakan “EQ adalah kemampuan mengindra, memahami dan dengan efektif menerapkan kekuatan, ketajaman, emosi sebagai sumber energi, informasi, dan pengaruh”. Penelitian lain menemukan bahwa individu yang dengan potensi kempemimpian kuat juga cenderung lebih cerdas secara emosional. Riset ini menyarankan bahwa EQ adalah kualitas penting yang perlu dimiliki pemimpin atau manajer.

Kesimpulan “micro” yang boleh diambil dari pendapat dua pakar diatas tentang EQ ini adalah begitu pentingnya meningkatkan kecerdasan emosional (EQ) mutlak kita perlukan karena memiliki kecerdasan emosional (EQ) yang matang akan membuat kita menjadi orang yang dapat lebih memahami, berempati, dan mampu bernegosiasi dengan orang lain. Jika tidak…..kesuksesan akan menghindari kita baik dalam karir maupun dalam kehidupan pribadi………believe it or not?

Bagaimana menurut Anda…………? inginkah punya “income” > US$ 29.000

Ini ada respon dari seseorang bisa dibaca disini

Cermi : Kita Punya Pilihan

Evaluasi Sesi Assignment 6 WIDURI

Tujuan

TIU (Tujuan Instruksional Umum). Pelatihan Sesi 6 : Mengenalkan salah satu bentuk keunggulan yang dimiliki oleh PTR yaitu WIDURI (sebagai ensiklopedia) yang dibuat dan dikembangkan oleh PR, dari PR, untuk PR (Pribadi Raharja) dan komunitas ilmiah lain pada umumnya.

TIK (Tujuan Instruksional Khusus). Pelatihan Sesi 6 : Mengajak/mendorong peserta dan PR pada umumnya untuk menulis (dalam bentuk tulisan ragam ilmiah) di WIDURI.

Evaluasi :

Peserta pelatihan secara umum dapat mengikuti dan dapat membuat karya tulis dalam bentuk tulisan ragam ilmiah.

Tindak lanjut

Peserta agar dapat menulis karya tulis (ilmiah) yang dapat dipertanggung jawabkan baik dalam tata cara penulisan, isi (konten) tulisan, tujuan/manfaat dengan menghindari unsur-unsur plagiarisme.

Evaluasi Sesi Assignment 5 IDu Class

 

Tujuan

TIU (Tujuan Instruksional Umum). Pelatihan Sesi 5 : Peserta mampu membuat iDu Class dan menyiapkannya sendiri untuk proses belajar mengajar (PBM) kelas iLearning yang akan diampuh nya. Peserta dapat mengatur konfigurasi kelas, penugasan/waktu dan memberikan nilai sesuai jenis penugasan (Assignment) yang diberikan kepada mahasiswanya.

TIK (Tujuan Instruksional Khusus). Pelatihan Sesi 5 : iDu Class sebagai standar baku untuk PBM kelas iLearning. Menjadikan kegiatan belajar mengajar tidak lagi menggunakan RME, semua sudah teriintegrasi menggunakan gadget (iPad-Laptop-Smartphone)

Evaluasi :

Peserta pelatihan secara umum dapat mengikuti dan dapat membuat iDu Class yang sudah terintegrasi dengan bahan ajarnya yang ada di site iMe Class.

Tindak lanjut

Peserta agar dapat lebih memperdalam kemampuan/pengetahuan yang berhubungan dengan fasilitas-utilitas yang ada dalam iDu untuk dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Evaluasi Sesi Assignment 4 CerMi

Tujuan

TIU (Tujuan Instruksional Umum). Pelatihan Sesi 4 : Peserta membuat tulisan yang dipostingkan di iMe dengan tema tulisan bebas (non formal) dapat berupa ceritera atau pengalaman sebagai bentuk ekspresi atau motivasi dan berbagi dengan orang lain.

TIK (Tujuan Instruksional Khusus). Pelatihan Sesi 4 : Tulisan CerMi sebagai tools untuk berbagi (sharing) dan saling memotivasi antara komunitas (Grup belajar, Kelas, dll.). Membentuk kebiasaan menulis/membaca dan menumbuhkan rasa kepedulian antar komunitas (dengan membuat komen atau membalas/reply CerMi yang dikirim).

Evaluasi :

Peserta pelatihan secara umum dapat mengikuti dan mengerjakan tugas sesi 4 ini dengan baik

Tindak lanjut

Kumpulan CerMi dapat dikompilasi (dijadikan album CerMi) sebagai dokumentasi sesuai tema atau komunitasnya.

Evaluasi Sesi 3 – iMe Class & SKuP

Tujuan

TIU (Tujuan Instruksional Umum). Pelatihan Sesi 3 : Peserta diharapkan memiliki pemahaman terhadap keberadaan iMe Class dan mampu membuat bahan ajar yang sesuai dengan standar yang telah ditetapakn oleh PTR

TIK (Tujuan Instruksional Khusus). Pelatihan Sesi 3 : Peserta  memiliki keterampilan menggunakan dan memaksimalkan fasiitas yang tersedia di site iMe Class, membuat bahan ajar yang mudah difahami, mudah diakses oleh mahasiswa, sehingga konsep pembelajaran iLearning bagi para mahasiswa menjadi lebih menarik (tidak membosankan dan tidak monoton). Dosen dapat memberikan keleluasaan pada mahasiswa untuk memberikan kontribusi terbaiknya, dengan membuka kesempatan mahasiswa diundang dengan berbagai peran dalam site iMe Class (sebagai Author, Subscriber atau peran lainnya sesuai kebutuhan dan tingkat kepentingannya)

Antar sesama dosen (dalam mata kuliah yang sama) dapat berkolaborasi dan saling melengkapi untuk meningkatkan/mengembangkan bahan ajar yang ada. Sehingga ada persesuaian/kesamaan bahan ajar berdasarkan silabus dan SAP nya.    

Evaluasi :

Peserta pelatihan secara umum dapat mengikuti dan mengerjakan tugas sesi 3 ini dengan baik

Tindak lanjut

Tanpa mengurangi atau mengecilkan unsur  kreativitas dan faktor kemampuan dosen dalam membuat bahan ajar pada iMe Class, seyogianya ada standar baku yang diterapkan untuk jenis tampilan bahan ajar yang dimuat dalam iMe Class tersebut. Bentuk tampilan yang ada selama ini ada yang  berbentuk embeded format Rinfo Slide, ada dalam bentuk text dan pict langsung di body posting iMe. (Catatan : dalam satu site iMe Class jika mau menggunakan embed file Rinfo Slide semua bahan ajarnya harus menggunakan embed Rinfo Slide, begitu juga jika dosen lebih suka menggunakan format Text dan Pict dalam Post Imenya semua mengunakan Postingan saja tidak dicaampur-campur)

 

Evaluasi Sesi 2 – Chat with iDuHelp

Tujuan

TIU (Tujuan Instruksional Umum). Pelatihan Sesi 2 : Peserta diharapkan memiliki pemahaman terhadap keberadaan iDuHelp dan manfattnya dalam menunjang proses   belajar mengajar, membangun sikap ingin mengetahui dan bertanya tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan konsep TPi (Ten Pilars iLearning)

TIK (Tujuan Instruksional Khusus). Pelatihan Sesi 2 : Peserta  memiliki keterampilan menggunakan dan memaksimalkan fasiitas yang tersedia di iDuHelp, Menciptakan multiflier effect bagi Pribadi Raharja secara keseluruhan (Pribadi Raharja sebagai  customer dan Pribadi Raharja yang berperan sebagai Operator iDuHelp dalam kerangka menjalankan Tri Darma Bhakti Perguruan Tinggi)

Evaluasi :

Peserta pelatihan pada umumnya sudah memahami dan memanfaatkan secara maksimal keberadaan iDuHelp sebagai sarana tempat bertanya (khususnya yang berhubungan dengan  permasalahan yang dihadapi dalam menyelesaikan tugas-tugas pelatihan).

Ada hambatan atau masalah pada proses menunggu jawaban dari operator iDuHelp dibeberapa sesi chat (oleh beberapa  peserta) dengan operator iDuHelp memang disayangkan ini terjadi, namun normatif  dapat dipahami sebagai bagian dari proses belajar mengajar para operator iDuHelp yang notabene mereka berstatus sebagai mahasiswa yang tengah menjalankan tugas Tri Darma Bhakti Perguruan Tinggi.

Upaya perbaikan yang dilakukan dan respon dari PIC iDuHelp sangat positif dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan dan kerterampilan para operator iDuhelp ini yang nantinya mereka tentunya akan banyak mendapat pertanyaan lainnya dari peserta pelatihan iCP7 khususnya dan PR lain pada umumnya.

Tindak lanjut

Diharapkan peserta training dapat menularkan hal positif yang telah didapat kepada PR lainnya. Membudayakan bertanya, berpendapat dan menghormati adanya perbedaan pendapat(an)……..🏧. Berbeda pendapat….harus dihormati, berbeda pendapat(an)…….terima dengan ikhlas….he….he….he

 

 

 

Evaluasi Sesi 1 Aku Suka RINFO

 

Tujuan

TIU (Tujuan Instruksional Umum). Pelatihan Sesi 1 RINFO : Peserta diharapkan memiliki pemahaman terhadap utilitas (asas manfaat) keberadaan RINFO sebagai bagian dari tools of management communication karena sebagai alat komunikasi tentunya harus disinergikan dengan kepentingan lingkungannya dan lingkungan inti (Core Environment) yang terkait di Raharja adalah lingkungan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

TIK (Tujuan Instruksional Khusus). Pelatihan Sesi 1 RINFO : Peserta dapat memiliki keterampilan menggunakan dan memaksimalkan fitur yang dimiliki dalam RINFO baik untuk kepentingan menjalankan proses KBM maupun untuk berkomunikasi dengan pihak internal dan pihak eksternal lainnya. Membentuk habit dan membangun attitude positif berkomunikasi dengan RINFO. (Bisa karena terbiasa, responsible, responsif, menerima dan mengirim email by RINFO)

Evaluasi

RINFO : Peserta sudah tidak ragu atau diragukan lagi dalam hal keterampilan menggunakan fitur-fitur (dasar) yang ada dalam RINFO, seperti misalnya mengirim eMail dengan melampirkan (Attach) file, mengirim eMail dengan menyisipkan modus pict, text, url yang langsung terlihat pada saat eMail dibuka penerima.

Memanfaatkan fitur tambahan yang ada dalam RINFO, peserta diajak untuk menggali semua keunggulan dan fasilitas yang  tersedia di RINFO, mengenalkan  RINFO (R)Docs, (R)Sheet, (R)Slide, (R)Drive yang nantinya akan sangat berguna pemanfaatanya dalam menjalakan KBM (iLearning dan iLearning Plus).

Catatan : Dalam penggunaan RINFO sehari-hari di internal Raharja, hindari (jangan lakukan) attachment file, upayakan semua dalam bentuk sisipan yang menempel di bodi email agar dapat langsung terlihat/terbaca ketika email dibuka oleh sipenerima.

RDocs, RSheet, RSlide, RDrive harus dikuasai penggunaan dan manfaatnya. Menguasai secara teknis aplikasi tersebut akan sangat membantu peserta menyiapkan bahan ajar yang nantinya untuk  dimasukan dalam site iMe Class.

Jawaban Standard iDu : Ini penting diketahui dan dikuasai oleh peserta, mengingat semua bentuk penugasan yang diberikan nantinya pada kelas iLearning dan iLearning Plus harus dijawab oleh mahasiswa sesuai standard yang sudah dibakukan yaitu ada Pertanyaan, ada Pernyataan Status, ada Pembuktian.

Menjawab/submit tugas jangan ditunda-tunda, format jawaban yang tersedia cukup sederhana/familiar seperti format docs ada tersedia menu pilihan. Kesempatan submit, jika diberikan kesempatan untuk dapat mengirim beberapa kali gunanya adalah jika ada kesalahan jawab atau perlu ada perbaikan dapat dilakukan submit kembali sampai batas (Attempt) yang diberikan, hati-hati jika kesempatan submit hanya satu kali, sebaiknya jawaban disimpan dahulu (saving) sebelum di  submit

iLearning dan iLearning Plus sebagai sebuah inovasi  KBM yang dijalankan di PTR, merupakan instrumen/tools, tetapi lebih penting lagi nantinya adalah siapa yang akan menjalankannya karena ditangan kita-kita inilah (peserta trainng iCP7 ) nantinya tanggung jawab keberhasilan KBM iLearning dan iLearning Plus akan mampu menghasilkan outcome  (lulusan) mahasiswa terbaiknya. (Not a Gun, but Man behind the Gun)

Kesimpulan

Sesi pertama pelatihan telah berjalan dengan baik, antusiasme, spirit, team work, partisipasi telah terbangun, ini merupakan pertanda bahwa peserta pelatihan akan dapat menyelesaikan program pelatihan dengan sebaik-baiknya. be a Good Leader, be a Good Teacher……think together, work together, grow together

Catatan Pernak-pernik Special Contribution
Inilah tantangannya, saya sampai keteteran untuk memilih dan memberikan SC (Extra Credit) bagi peserta, karena begitu "dahsyat" nya peserta pelatihan iCP7 ini ....(Kata Kan Roihan mah hebat semua euy)...So rekan semua, walau hanya beberapa peserta yang mendapatkan SC di sesi 1, bukan berarti yang tidak ber SC tidak "dahsyat" semua sudah menunjukan kemampuan/kemauan terbaiknya.Saluuut

Silakan jika rekan-rekan ingin menambahkan sesuatu dalam evaluasi ini dapat ditulis di kolom comment  atau hanya sekedar memberi komentar saja dipersilakan

PS : seharusnya rekan-rekan yang tidak memiliki site iMe personal, dapat memberikan komentar atau masukan pada site iMe ini, karena bukankah sudah melakukan register di ilearning.me dan mendapat ID User + Passwordnya? Jika belum segera lakukan untuk dapat berpartisipasi memberi komentar/masukan.

Kita akan lanjut ke pelatihan sesi dua………………………